KUDUS, ZONANEWS.ID – Penanganan kekeringan di Kabupaten Kudus masih terus berlangsung. Hingga Senin, 19 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus telah mendistribusikan 4.549.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan 1.474 kepala keluarga (KK) atau 4.478 jiwa di sembilan desa yang tersebar di tiga kecamatan.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak musim kemarau.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, melalui Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, menyampaikan bahwa distribusi air bersih terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Total air bersih yang sudah kami salurkan mencapai 4.549.000 liter. Bantuan tersebut menjangkau 1.474 KK atau 4.478 jiwa di sembilan desa yang berada di tiga kecamatan,” ujar Munaji, Selasa, 20 Oktober 2026.
Dari sejumlah wilayah yang sebelumnya mendapatkan bantuan, kondisi di dua desa dilaporkan telah membaik sehingga tidak lagi memerlukan dropping air bersih. Kedua wilayah tersebut adalah Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, dan Desa Colo, Kecamatan Dawe.
Meski demikian, penanganan belum sepenuhnya dihentikan. BPBD Kudus masih memusatkan perhatian pada tujuh desa di Kecamatan Kaliwungu yang membutuhkan dukungan distribusi air bersih.
Tujuh desa tersebut yakni Setrokalangan, Kedungdowo, Mijen, Garunglor, Kaliwungu, Karangampel, dan Papringan.
Menurut Munaji, pemantauan tetap dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di setiap wilayah. Dengan demikian, penyaluran bantuan dapat diprioritaskan kepada masyarakat yang masih mengalami keterbatasan pasokan air.
BPBD Kudus menilai penanganan kekeringan perlu dilakukan melalui berbagai langkah, bukan hanya dengan mengirimkan air bersih kepada masyarakat. Kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan kemarau berkepanjangan juga terus diperkuat.
