KUDUS, ZONANEWS.ID — Puluhan kepala desa yang tergabung dalam Paguyuban Persaudaraan Kepala Desa (PPKD) Kudus melakukan audiensi dengan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa, 28 Oktober 2025.
Pertemuan tersebut membahas kekhawatiran para kepala desa terhadap potensi penurunan anggaran desa pada tahun 2026 akibat berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Sekretaris PPKD Kudus, Moh. Khanafi, yang juga Kepala Desa Ngembal Kulon, menjelaskan bahwa berkurangnya TKD dari pusat akan berdampak langsung pada penurunan Alokasi Dana Desa (ADD) di tingkat kabupaten.
Kondisi tersebut, kata dia, dapat memengaruhi kemampuan desa dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat bawah.
“Kami datang bukan untuk menuntut, tapi untuk mencari kejelasan dan solusi agar kegiatan di desa tetap bisa berjalan optimal meski TKD dari pusat berkurang,” ujar Khanafi saat ditemui usai audiensi.
Menurutnya, pemerintah desa saat ini merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik, sehingga setiap perubahan struktur anggaran di tingkat pusat maupun daerah akan langsung terasa dampaknya di masyarakat.
Lebih lanjut, Khanafi menyampaikan bahwa pihaknya memahami kondisi fiskal nasional yang tengah ketat. Namun, ia berharap agar dukungan terhadap desa tetap terjaga, sehingga tidak ada kegiatan penting yang terhenti akibat penyesuaian anggaran.
“Kami memahami kondisi yang sulit, tapi desa tetap membutuhkan dukungan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tambahnya.
Khanafi juga menegaskan bahwa PPKD tidak menolak kebijakan penyesuaian anggaran yang dilakukan pemerintah daerah, melainkan meminta adanya komunikasi yang terbuka dan transparan antara pemerintah kabupaten dan para kepala desa.
