KUDUS, ZONANEWS.ID – Harga sejumlah kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kudus mengalami kenaikan pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus mencatat inflasi sebesar 0,32 persen secara bulanan atau month to month (m-to-m) dibandingkan Agustus 2026.
Kepala BPS Kabupaten Kudus Eko Suharto menyampaikan angka tersebut dalam Press Release di Kantor BPS Kudus. Menurutnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Kudus pada September 2026 tercatat sebesar 112,21.
“Inflasi September 2026 secara month to month sebesar 0,32 persen,” ujar Eko, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kenaikan inflasi tersebut terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,95 persen dengan memberikan andil sebesar 0,27 persen terhadap inflasi umum.
Sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama kenaikan harga selama September. Beras memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,07 persen.
Kemudian cabai rawit menyusul dengan andil sebesar 0,06 persen. Sementara telur ayam ras dan daging ayam ras masing-masing memberikan andil 0,04 persen. Adapun cabai merah memberikan andil sebesar 0,03 persen.
“Komoditas makanan masih menjadi salah satu faktor yang memberikan andil terhadap inflasi di Kudus pada September,” jelas Eko.
Selain kelompok makanan, kenaikan harga juga tercatat pada beberapa kelompok pengeluaran lainnya.
Kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,35 persen. Kemudian kelompok transportasi mengalami inflasi 0,21 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,19 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 0,22 persen.
Namun, terdapat pula kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat deflasi sebesar 0,24 persen dengan andil deflasi sebesar 0,02 persen.
Beberapa komoditas yang turut menahan laju inflasi di antaranya emas perhiasan, bawang merah, jeruk, ketimun, dan tomat.
