Pengurus KFK 2026-2029 Resmi Dikukuhkan, Satukan Ratusan Pelaku Industri Kreatif di Kudus

Pengurus Komunitas Fashion Kudus (KFK) masa bakti 2026-2029 resmi dikukuhkan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Pendapa Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pengurus Komunitas Fashion Kudus (KFK) masa bakti 2026-2029 resmi dikukuhkan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu, 24 Juni 2026.

Komunitas yang menghimpun sekitar 300 lebih pelaku usaha dan perajin fashion tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat industri kreatif sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Bacaan Lainnya

KFK menaungi berbagai subsektor fashion, mulai dari konveksi, bordir, batik hingga ecoprint. Kehadiran komunitas ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan para pelaku usaha yang selama ini berkembang secara mandiri agar dapat tumbuh bersama melalui sinergi dan kerja sama.

Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris mengatakan pembentukan KFK berangkat dari besarnya potensi industri fashion yang dimiliki daerah tersebut.

Menurutnya, banyak brand lokal berkualitas yang membutuhkan wadah untuk saling terhubung dan berkembang.

“Jadi memang dari awal saya yang memprovokasi harus terbentuk komunitas ini, karena di Kabupaten Kudus itu brand-brand yang apik-apik itu banyak. Jadi, kita bentuk komunitas dulu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah resmi terbentuk, komunitas tersebut akan mulai menjalankan sejumlah program yang melibatkan seluruh anggota. Salah satu agenda yang telah disiapkan adalah partisipasi dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477.

“Ke depannya, kita harapkan ada program kerja. Kita akan action dalam rangka hari jadi Kota Kudus. Semua brand yang ada di komunitas kita gandeng kabeh. Kita bantu produknya untuk dipamerkan di acara tersebut,” kata Endhah.

Menurutnya, KFK bukan hanya menjadi wadah berkumpul para pelaku usaha, tetapi juga sarana membangun budaya kolaborasi yang sehat di tengah persaingan industri fashion yang semakin ketat.

“Alasannya membentuk komunitas ini, saya maunya kita di Kabupaten Kudus ini melakukan semuanya bareng-bareng, kalaupun mereka ada brand atau produk yang sama. Karena dengan adanya komunitas ini mereka bisa saling komunikasi, interaksi, saling bantu, saling dukung, dan saling support,” tegasnya.