Endhah menambahkan, anggota KFK berasal dari berbagai latar belakang usaha kreatif. Seluruh subsektor fashion yang berkembang di Kudus diharapkan dapat saling mengisi dan memperkuat satu sama lain.
Sementara itu, Ketua KFK Farichah Hanim atau yang akrab disapa Bunim menilai kehadiran komunitas tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan para pelaku usaha fashion di Kudus.
Menurut Bunim, selama ini masih terdapat persaingan yang kurang sehat di antara sejumlah pelaku usaha. Karena itu, KFK hadir untuk membangun semangat kebersamaan dan kolaborasi.
“Saya sangat setuju sekali atas ide dari Ibu Dekranasda kita, Ibu Bupati kita. Tujuannya
KFK ini biar bisa saling bersatu, jadi tidak saling menjatuhkan,” katanya.
Sebagai program awal, KFK berencana menggelar fashion show yang menampilkan karya para anggota saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus. Acara tersebut akan mengangkat kekayaan produk fashion lokal dari berbagai subsektor.
“Mungkin plan pertama adalah nanti pas ulang tahun Kudus ya, nanti kita fashion show yang pertama,” ujar Bunim.
Ia menjelaskan, peragaan busana tersebut akan menampilkan karya-karya ecoprint, batik dan bordir yang menjadi unggulan para anggota komunitas.
Bunim juga mengajak para pelaku usaha fashion yang belum tergabung untuk ikut menjadi bagian dari KFK agar semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan industri kreatif Kudus.
Ia berharap KFK dapat menjadi motor penggerak kemajuan industri fashion lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin dan pelaku usaha di Kabupaten Kudus.
“Dengan adanya KFK, seluruh para brand owner ataupun konveksi atau apapun itu bisa bersinergi dan berkarya bersama KFK,” pungkas Bunim.***
