Menu kelima, ada nasi, ayam lada hitam, oseng tahu, ca sayuran, melon dan susu UHT 125 ml. Menu keenam, ada nasi, ayam goreng, orek tempe, ca sayuran, pisang dan susu UHT 125 ml. Menu ketujuh, ada nasi, bola-bola daging, orek tempe, ca sayuran, melon dan susu UHT 125 ml.
Menu kedelapan, ada nasi, ikan crispy, oseng tahu, ca sayuran, semangka dan susu UHT 125 ml. Menu kesembilan, nasi, nugget ayam, tempe bacem, ca sayuran, melon dan susu UHT 125 ml. Menu kesepuluh, ada nasi, ayam teriaki, tahu goreng, ca sayuran, melon dan susu UHT 125 ml.
“Untuk jenjang SD dan SMP jenis menunya sama, yang membedakan ada pada takaran porsinya yang nantinya bermuara pada kandungan gizinya. Kandungan gizi untuk anak SD dan SMP tentunya berbeda,” tuturnya.
Nuryanto merinci, untuk kandungan gizi pada jenis menu makanan bagi peserta didik jenjang SD, terdiri dari kalori 400 kkal, protein 15 gr dan lemak 13,5 gr. Sedang jenjang SMP, mengandung kalori 585 kkal, protein 20 gr dan lemak 22 gr.
“Untuk estimasi harga, jenis menu jenjang SD sekitar Rp 17.000 dan untuk jenjang SMP sekitar Rp 19.000,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, pelaksanaan uji coba program makan bergizi gratis di Kabupaten Kudus akan berlangsung selama empat hari, mulai 30 September hingga 3 Oktober 2024. Adapun empat sekolah yang akan menjadi sasaran, yakni SD Wergu Wetan 2, SDIT Unar Bin Khattab, SMP Negeri 1 Gebog dan MTs Negeri 1 Kudus. ***
