“Itu termasuk perencanaan dan pengawasan,” tandasnya.
Pihaknya pun berharap, dengan dituntaskannya pembangunan Pasar Babe pada tahun ini, para pedagang bisa segera menempati tempat baru dan geliat ekonomi di pasar setempat bisa kembali pulih seperti semula.
“Kalau untuk pengaturan penempatannya nanti kita serahkan ke paguyuban pedagang,” tambahnya.
Untuk diketahui, pembangunan Pasar Babe tahap pertama telah rampung dilakukan pada akhir Desember 2024 lalu. Bangunan fisik tersebut menelan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar melalui Dana Tidak Terduga (TT).
Pembangunan Pasar Babe sendiri dilakukan setelah pasar setempat mengalami kebakaran hebat pada Juli 2024 lalu, yang menelan habis barang dagangan para pedagang. Sedikitnya ada 276 pedagang yang terdampak akibat insiden ini. ***
