PEKA Muria Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Pelestarian Pegunungan Muria

Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria) menggelar Seminar Konservasi dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-3 organisasi tersebut di Aula SMK Duta Karya Kudus, Sabtu, 18 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria) menggelar Seminar Konservasi dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-3 organisasi tersebut di Aula SMK Duta Karya Kudus, Sabtu, 18 Juli 2026.

Mengusung tema “Generasi Hijau: Membangun Harapan, Melestarikan Lingkungan”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pegiat lingkungan, akademisi, pemerintah, dan generasi muda untuk memperkuat komitmen terhadap pelestarian Pegunungan Muria.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi E Arif Wahyudi, peneliti dan pemerhati konservasi Muria Fawaz, Founder Kresek Indonesia Faesal Adam, serta Ketua PEKA Muria Teguh Budi Wiyono. 

Bacaan Lainnya

Ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pegiat lingkungan mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang tersebut.

Ketua PEKA Muria, Teguh Budi Wiyono, menegaskan bahwa kondisi kawasan hutan Muria saat ini memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda. 

Menurutnya, pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu komunitas semata, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

“Hutan Muria pernah memiliki luas sekitar 11.000 hektare. Kini kawasan hutan yang masih tersisa hanya sekitar dua ribu hektare. Karena itu, konservasi tidak bisa dikerjakan oleh satu komunitas saja, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keberlanjutan gerakan,” ujar Teguh.

Ia menambahkan bahwa menjaga Pegunungan Muria bukan hanya soal mempertahankan tegakan pohon, tetapi juga melindungi sumber mata air, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di kawasan tersebut selama bertahun-tahun.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi E, Arif Wahyudi, menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran lingkungan. 

Selain melalui pendidikan formal, pelajar juga didorong memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye konservasi yang kreatif, edukatif, dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas.

“Kegiatan seperti ini menjadi jembatan bagi kaum muda untuk mengenal konservasi, memahami pentingnya menjaga lingkungan, hingga akhirnya tumbuh menjadi pelaku utama dalam gerakan pelestarian alam,” kata Arif.