Yusron menambahkan, terkait peruntukan DAK non fisik yang sudah dijalankan pada 2022 ini, adalah untuk kegiatan perawatan koleksi, perbaikan sarana dan prasana (sarpras), serta publikasi.
Selain itu, juga telah dipergunakan untuk pengembangan Museum Kretek agar lebih banyak menarik pengunjung untuk datang. Seperti, kegiatan seminar, sosialisasi museum, museum go to school, dan belajar di museum.
“Tahun depan juga kita akan kerjasama dengan Disdikpora Kudus. Jadi, kita menggandeng Disdikpora sehingga diharapkan dari jenjang sekolah berkunjung ke museum,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, tahun depan, keberadaan covid-19 bisa menjadi endemi di Kabupaten Kudus. Sehingga, kunjungan dari para pelajar yang dikomandoi dari sekolah bisa ramai datang untuk belajar di Museum Kretek. ***
