Dalam sehari, ia bisa menghabiskan 20 ekor ayam untuk hari-hari biasa. Sementara di hari wekeend, lebih ramai dan menghabiskan sekitar 40 ekor ayam.
“Dulu sebelum covid-19 bisa sampai 50 ekor per hari setiap hari minggu,” terangnya.
Satu ekor ayam bisa menghasilkan 20 porsi Opor Ayam Panggang. Dengan begitu, warung Sundari bisa melariskan 400 porsi opor ayam per harinya.
“Kuncinya adalah menjaga kualiitas, pelayanan dan kebersihan warung. Selain itu, rasa masakannya juga perlu diperhatikan,” jelas Sundari.
Warung yang terletak di Jalan Nitisemito, Kudus itu buka dari pagi, pukul 06.30 WIB hingga 14.00 WIB. Lokasinya tak jauh dari kompleks makam dan Menara Sunan Kudus.
Untuk bisa mencicipi sedapnya opor ayam panggang di warung Sundari, hanya perlu merogoh kocek senilai Rp 18 ribu per porsinya.
Sukron Khamdani, salah satu pelanggan asal Kudus, mengaku terkesan saat menikmati Opor Ayam Panggang Khas Sunggingan itu.
Menurutnya, rasanya memang berbeda dari opor biasanya, karena proses masak yang cukup unik.
“Rasa opor panggangnya cukup kentara dan kuahnya gurih. Dicampur nasi dan sambal lebih mantap,” ungkap Khamdani.***
