Masuk Top 15 Prov Jateng IDSD 2026, Bupati Sam’ani Paparkan Strategi Kudus Bangun Daya Saing Berkelanjutan

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris memaparkan strategi pemanfaatan hasil IDSD dalam Presentasi 15 Besar Apresiasi Laporan IDSD Tahun 2026 di Pendapa belakang. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Kabupaten Kudus berhasil menembus 15 besar nasional tingkat Provinsi Jawa Tengah (Prov Jateng) dalam Apresiasi Laporan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kudus untuk memperkuat pembangunan berbasis data sebagai landasan mewujudkan daerah yang lebih maju, kompetitif, dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memaparkan strategi pemanfaatan hasil IDSD dalam Presentasi 15 Besar Apresiasi Laporan IDSD Tahun 2026 di Pendapa belakang, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Sam’ani, hasil pengukuran IDSD bukan sekadar capaian angka, melainkan instrumen penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah secara lebih tepat sasaran.

“IDSD bukan sekadar angka pengukuran di atas kertas, melainkan fondasi utama kami dalam merumuskan kebijakan berbasis data atau evidence-based policy. Melalui kolaborasi kawasan Je-KU-Ti dan optimalisasi pilar unggulan, Kudus siap bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, maju, dan berkelanjutan,” tegas Sam’ani.

Ia menjelaskan, Kabupaten Kudus memiliki posisi strategis dalam kawasan pengembangan regional Jepara-Kudus-Pati (Je-KU-Ti). Dengan luas wilayah 425,15 kilometer persegi dan jumlah penduduk mencapai 883.194 jiwa pada 2025, Kudus menjadi penggerak utama sektor industri dan perdagangan di kawasan Pantura Timur Jawa Tengah.

Dominasi industri pengolahan yang berkontribusi sekitar 89,10 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadikan Kudus sebagai sentra industri rokok kretek terbesar di Indonesia.

Selain menjadi pusat perdagangan dan manufaktur, Kudus juga menjadi penyedia tenaga kerja terampil, pusat wisata religi, serta simpul konektivitas yang menghubungkan Semarang, Jepara, Pati, Demak, Grobogan hingga Rembang.

Dalam paparannya, Sam’ani menyebut nilai IDSD Kabupaten Kudus tahun 2025 mencapai 3,71, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 3,69.

Nilai tersebut menempatkan Kudus di peringkat ke-19 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sekaligus berada di atas rata-rata nasional sebesar 3,50.

Empat komponen penyusun IDSD juga menunjukkan hasil positif, yakni Sumber Daya Manusia dengan skor 4,37, Lingkungan Pendukung 4,27, Ekosistem Inovasi 3,57, dan Pasar 2,91.

Ia menuturkan, terdapat tiga pilar yang menjadi kekuatan utama Kabupaten Kudus. Pilar Ukuran Pasar memperoleh skor sempurna 5,00, ditopang besarnya nilai PDRB daerah.