Laku Banyu Penguripan, Doa dan Harapan untuk Kudus yang Lebih Terang

Laku Banyu Panguripan kembali digelar sebagai simbol pemaknaan perjalanan spiritual Sunan Kudus dalam rangka perayaan Ta’sis Menara Kudus ke-491, Sabtu, 3 Januari 2026 malam. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Laku Banyu Penguripan kembali digelar sebagai simbol pemaknaan perjalanan spiritual Sunan Kudus dalam rangka perayaan Ta’sis Menara Kudus ke-491, Sabtu, 3 Januari 2026 malam.

Tradisi ini menghadirkan kirab obor dan air suci yang diambil dari ratusan punden dan belik di Kabupaten Kudus sebagai wujud doa dan harapan untuk masa depan daerah yang lebih baik.

Suasana Pendapa Kabupaten Kudus terasa khidmat ketika tabuh terbang papat dan lantunan selawat menggema. Para santri, anggota TNI-Polri, hingga masyarakat umum tampil kompak mengenakan pakaian adat Kudus.

Bacaan Lainnya

Ribuan peserta berbaris rapi sambil memegang obor yang siap dinyalakan. Di antara barisan, kendi-kendi berisi banyu panguripan disunggi di kepala dan ditandu, menjadi simbol kehidupan yang mengiringi perjalanan kirab menuju Menara Kudus.

Kirab dibuka langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Dengan obor menyala dan spanduk bertuliskan “Laku Punden dan Belik”, rombongan bergerak meninggalkan Pendapa sebagai tanda dimulainya prosesi sakral tersebut.

Malam yang semula redup perlahan berubah terang saat sekitar 5.000 obor dinyalakan. Sebanyak 544 air dari 166 punden dan belik di Kabupaten Kudus dikirab mengelilingi kota, menciptakan pemandangan yang sarat makna spiritual dan kebersamaan.

Ribuan peserta dari berbagai usia mengikuti kirab dengan penuh kekhusyukan hingga mencapai titik akhir di Menara Kudus. Laku ini dimaknai sebagai napak tilas perjalanan batin Sunan Kudus dan Sunan Muria dalam merintis berdirinya Kabupaten Kudus.

Baca :  Siap-Siap, Tradisi Bulusan Bakal Ramaikan Lebaran Ketupat di Desa Hadipolo Kudus

Sekretaris Paguyuban Punden dan Belik Kudus, Abdul Jalil, menegaskan bahwa Laku Banyu Penguripan bukan sekadar seremonial tahunan.