Kudus Gelar Pilketos Serentak Pertama di Jateng, Jadi Ruang Belajar Demokrasi bagi Pemilih Pemula

Monitoring Pilketos oleh Bupati Kudus, Ketua KPU Kudus, Kesbangpol Kudus, Kemenag Kudus di MA Mualimat Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

“Ini adalah sebuah proses. Semoga kegiatan hari ini menjadi momentum agar pemilihan-pemilihan di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan lancar. Untuk adik-adik semua, tetap semangat meraih cita-cita dengan ketekunan. Siapa pun yang terpilih harus kita hormati, apa pun hasilnya. Karya lebih unggul daripada gaya, prestasi lebih unggul daripada gengsi,” imbuhnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol mengatakan, Pilketos Serentak dirancang sebagai ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa.

Tahapan pemilihan dibuat menyerupai mekanisme pemilu agar peserta didik memperoleh gambaran mengenai proses demokrasi secara langsung.

Bacaan Lainnya

“Pilketos ini kami dorong sebagai ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa. Mereka belajar bagaimana proses pemilihan dilaksanakan, mulai dari tahapan persiapan sampai pemungutan suara. Kami juga memberikan ruang kepada sekolah luar biasa agar seluruh siswa dapat memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang sama dalam berdemokrasi,” jelas Ahmad Amir Faisol.

Menurutnya, siswa tidak hanya belajar memilih calon, tetapi juga memahami berbagai tahapan yang mengiringi pemilihan. Mulai dari persiapan, pencalonan, kampanye, hingga pemungutan suara menjadi bagian dari pengalaman demokrasi yang diberikan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri Purwosari Kudus Edi Sujito mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk mengikuti Pilketos Serentak 2026.

Ia menyebut keterlibatan dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman bagi siswa untuk memahami proses menentukan pemimpin sekaligus belajar menyampaikan dan menghargai pilihan.

“Kami sangat mengapresiasi adanya Pilketos Serentak dan kesempatan bagi SLB Negeri Purwosari untuk ikut serta. Ini menjadi pengalaman bagi anak-anak untuk belajar memilih, menyampaikan pilihan, dan menghargai proses demokrasi sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ungkap Edi.

Dari hasil monitoring, pelaksanaan Pilketos di tiga sekolah tersebut berlangsung lancar. SLB Negeri Purwosari memiliki dua calon Ketua OSIS, SMK Negeri 1 Kudus diikuti lima calon, sedangkan MA Mu’allimat NU Kudus memiliki tujuh calon.***