KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat ada sekitar 7.600 ibu yang memilih untuk melahirkan di rumah sakit wilayah setempat. Angka tersebut terdata hingga Agustus 2026.
Dari total tersebut, sebanyak 6.000 ibu melahirkan di antaranya merupakan warga lokal Kudus, sedangkan lebih dari seribu ibu melahirkan sisanya merupakan warga dari daerah lain, seperti Kabupaten Jepara, Pati, Demak dan Grobogan.
Kepala DKK Kudus, dr. Abdul Hakam mengatakan bahwa fenomena banyaknya warga luar daerah yang memilih bersalin di Kudus menunjukkan tingginya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas layanan kesehatan lokal.
“Angka masyarakat yang ingin berobat ke Kudus itu sangat tinggi. Angka kelahiran sampai bulan Agustus ini mencapai sekitar 7.600. Yang warga Kudus sendiri sekitar 6.000 sekian, jadi ada lebih dari 1.000 itu bukan orang Kudus,” ujar dr. Hakam
Menurut dr. Hakam, fenomena ini tidak serta-merta disebabkan oleh tingginya angka kesakitan di wilayah Kudus.
Sebaliknya, hal ini didorong oleh posisi strategis Kudus yang dinilai mampu menampung kebutuhan fasilitas kesehatan bagi kawasan eks-Karesidenan Pati dan sekitarnya.
“Potensi Kudus sebagai center rumah sakit atau pusat layanan kesehatan itu sangat memungkinkan. Ini bukan semata-mata karena angka kesakitan tinggi, melainkan karena kebutuhan fasilitas penampung dari daerah sekitar Kudus yang besar. Ibaratnya, ini sudah berpotensi menjadi hospital tourism,” tambahnya.
