Kudus Berpotensi Jadi Hospital Tourism, 7.600 Ibu Pilih Melahirkan di Kota Kretek

Kelahiran bayi di Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

Daya tarik Kudus sebagai pusat layanan kesehatan didukung oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan tenaga medis spesialis yang mumpuni. Saat ini Kudus memiliki setidaknya 20 dokter spesialis anak serta lebih dari 15 dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn) yang aktif berpraktik.

Selain kelengkapan SDM, kesiapan infrastruktur dan pengembangan layanan medis terus ditingkatkan. 

Ke depan, Kudus berencana melengkapi layanan spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV) untuk penanganan bedah jantung (open heart) yang ditargetkan dapat beroperasi menjelang akhir tahun ini.

Bacaan Lainnya

Melihat potensi besar tersebut, sejumlah investor swasta mulai melirik Kabupaten Kudus untuk mendirikan rumah sakit baru berskala internasional. Salah satu lokasi yang menjadi incaran para investor yakni lahan kawasan Karangmalang yang semula direncanakan untuk RSUD Sunan Muria.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pun menyambut positif ketertarikan investor swasta tersebut guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Maksud saya justru lebih baik. Kalau ada investor masuk tentu sangat bagus, karena kompetisi layanan kesehatan akan makin sehat dan kompetensi serta mutu layanannya pun otomatis ikut meningkat,” pungkasnya. ***