KUDUS, ZONANEWS.ID – Sekolah Luar Biasa (SLB) Purwosari Kudus memperoleh bantuan revitalisasi ruang kelas dan fasilitas toilet dengan nilai mencapai Rp1,45 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Bantuan revitalisasi itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus.
Selain pembangunan ruang kelas baru, program tersebut juga mencakup ruang keterampilan dan fasilitas sanitasi agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.
Kepala SLB Purwosari Kudus, Edi S. Jito, menjelaskan saat ini sekolah yang dipimpinnya menampung sebanyak 240 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Menurutnya, kapasitas ruang belajar yang tersedia belum mampu mengakomodasi jumlah peserta didik secara ideal.
“Idealnya satu kelas di SLB diisi delapan siswa. Namun di sekolah kami satu kelas bisa mencapai 20 siswa. Kondisi ini tentu belum ideal karena kami masih kekurangan ruang belajar,” ujar Edi.
Ia mengungkapkan, kebutuhan ruang kelas di SLB Purwosari sebenarnya masih kurang sekitar 12 ruangan. Namun, keterbatasan lahan menjadi kendala utama sehingga pembangunan gedung baru tidak memungkinkan dilakukan secara horizontal.
Melalui program revitalisasi dari Kemendikdasmen, SLB Purwosari mendapatkan pembangunan dua ruang kelas, dua ruang keterampilan, serta satu unit toilet.
Solusi yang ditempuh adalah melakukan renovasi bangunan yang sudah ada dengan menambah lantai kedua agar kapasitas sekolah dapat meningkat.
