Trotoar Alun-alun Kudus Berubah Jadi Lapak PKL, Pemkab Siapkan Evaluasi

Trotoar Alun-alun Simpang Tujuh Kudus berubah menjadi lapak PKL saat sore hingga malam hari. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus semakin ramai dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, sejumlah pedagang mulai menggelar tikar di atas trotoar untuk menjajakan aneka kuliner kepada masyarakat sejak sore hingga malam hari.

Keberadaan pedagang di atas trotoar memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warga menilai kondisi tersebut mengganggu fungsi trotoar sebagai ruang bagi pejalan kaki maupun warga yang berolahraga.

Namun, tidak sedikit pula yang memaklumi karena melihat aktivitas tersebut sebagai upaya masyarakat mencari penghasilan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Mohammad Fitriyanto, mengakui penggunaan trotoar oleh para PKL memang berpotensi mengurangi kenyamanan masyarakat. Pasalnya, kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk berjalan kaki dan jogging.

“Trotoar Alun-alun Simpang Tujuh itu sekarang dipenuhi tikar pedagang. Itu tentu mengganggu kenyamanan. Biasanya digunakan masyarakat untuk jogging, tetapi sekarang mulai sore sudah banyak pedagang yang menggelar tikar,” ujarnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus masih memberikan ruang bagi para pedagang untuk berjualan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Namun, kebijakan tersebut tetap disertai sejumlah ketentuan agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu fungsi ruang publik.

Menurut Fitriyanto, pihaknya akan berkoordinasi dengan para pedagang untuk memastikan aktivitas jual beli tetap memperhatikan aspek kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan (K3). Sehingga keberadaan PKL dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas masyarakat di kawasan alun-alun.