Krisis Ruang Kelas, SLB Purwosari Kudus Dapat Bantuan Revitalisasi Rp 1,45 Miliar dari Kemendikdasmen

Peletakan batu pertama untuk revitalisasi SLB Purwosari Kudus oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

“Karena lahan sudah tidak tersedia, maka penambahan ruang dilakukan melalui renovasi dan pembangunan lantai dua. Jumlah siswa terus bertambah setiap tahun, sementara kami tidak mungkin menolak anak berkebutuhan khusus yang ingin mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya.

Selain bantuan dari pemerintah pusat, SLB Purwosari juga memperoleh harapan tambahan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kudus.

Edi menyebut, Pemkab memberikan sinyal akan menghibahkan lahan yang berada di sisi sekolah untuk mendukung pengembangan fasilitas pendidikan.

Bacaan Lainnya

“Kalau hibah lahan dari Pemkab Kudus terealisasi, kami memperkirakan dapat menambah sekitar tiga ruang kelas. Saat ini kami sedang menyiapkan seluruh administrasi agar proses tersebut dapat segera diwujudkan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memberikan perhatian yang sama kepada peserta didik berkebutuhan khusus.

Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang setara untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas beserta fasilitas pendukung yang memadai.

“Saya menerima gantungan kunci hasil karya anak-anak SLB Purwosari. Mereka adalah anak-anak yang hebat, memiliki keterampilan dan bakat seperti anak-anak lainnya. Karena itu mereka juga berhak memperoleh pendidikan dan fasilitas yang sama,” tegas Abdul Mu’ti. ***