Kejurprov Road Race Bakal Kembali Digelar di Kudus, IMI Bidik 120 Pembalap Berbagai Daerah

Setelah hampir satu dekade vakum, ajang balap motor resmi akhirnya kembali hadir di Kabupaten Kudus. (Foto: Ilustrasi)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Setelah hampir satu dekade vakum, ajang balap motor resmi akhirnya kembali hadir di Kabupaten Kudus.

Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kudus berencana menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Road Race Jawa Tengah pada 12-13 September 2026 di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Kejuaraan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu event otomotif terbesar di Jawa Tengah tahun ini. Panitia menargetkan sedikitnya 120 pembalap dari berbagai daerah ikut ambil bagian, termasuk sejumlah rider nasional yang telah menyatakan minat untuk berlaga di Kota Kretek.

Bacaan Lainnya

Rencana penyelenggaraan Kejurprov Road Race disampaikan jajaran Pengkab IMI Kudus saat beraudiensi dengan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, di Pendapa Kabupaten Kudus.

Dalam pertemuan itu, panitia memaparkan konsep pelaksanaan balapan sekaligus meminta dukungan pemerintah daerah agar seluruh persiapan dapat berjalan maksimal.

Ketua Pengkab IMI Kudus, Christian Rahardianto, mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan penyelenggaraan sejak Februari 2026. Saat ini panitia tinggal menunggu persetujuan akhir sebelum memasuki tahap persiapan teknis.

Menurut Christian, kejuaraan tersebut bukan hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pembalap, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan ruang yang aman bagi pecinta balap motor sekaligus mengurangi aksi balap liar di jalan raya.

“Kami ingin memberikan wadah bagi anak-anak muda yang memiliki minat di dunia balap agar bisa berkompetisi secara resmi dan sesuai aturan. Harapannya, potensi mereka bisa berkembang menjadi prestasi,” ujarnya, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia menjelaskan, terakhir kali Kudus menjadi tuan rumah road race sekitar sembilan tahun lalu. Karena belum memiliki sirkuit permanen, IMI memilih memanfaatkan kawasan Alun-alun Simpang Tujuh sebagai lintasan sementara, sebagaimana diterapkan di sejumlah kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.

Balapan akan digelar selama dua hari dengan pengaturan lalu lintas secara bertahap. Penutupan jalan hanya dilakukan saat perlombaan berlangsung dan akan kembali dibuka setelah rangkaian balapan selesai setiap harinya.

Selain menjadi ajang pembinaan atlet, penyelenggaraan Kejurprov Road Race juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.