Selain latihan rutin, para atlet juga mengikuti pertandingan uji coba dan open tournament di luar Kudus. Pengalaman bertanding tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membiasakan atlet menghadapi tekanan kompetisi.
Selain teknik dan fisik, aspek mental menjadi perhatian utama tim pelatih. Andreas menilai kemampuan atlet tidak akan maksimal apabila mental dan konsentrasinya tidak terjaga.
“Taekwondo bukan hanya soal fisik dan teknik. Mental juga harus kuat,” tegasnya.
Menurutnya, konsentrasi harus dijaga sejak awal hingga akhir pertandingan. Atlet yang sudah unggul poin tetap harus waspada karena pertandingan dapat berubah dalam waktu singkat.
“Menit-menit terakhir sangat krusial karena fisik sudah menurun,” katanya.
Untuk menjaga kondisi, atlet menjalani latihan lima kali dalam sepekan dan ditambah latihan fisik pada hari Minggu.
Saat ini, progres persiapan atlet telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen. Sisa waktu akan dimanfaatkan untuk mematangkan teknik, taktik, dan strategi bertanding.
“Fisik sudah cukup, tinggal mengejar teknik, taktik, dan strategi bertanding,” tuturnya.
Pada Porprov Jateng 2026, Taekwondo Kudus memasang target realistis berupa dua medali perak dari kategori Poomsae dan Kyorugi.
Andreas menyebut target tersebut disesuaikan dengan hasil evaluasi dan kekuatan calon lawan.
“Target kami realistis, semoga bisa mendapatkan perak dari dua kategori tersebut,” ujarnya.
Peluang Poomsae beregu dinilai cukup terbuka setelah sebelumnya meraih medali perak pada Gubernur Cup tingkat nasional di Semarang.
Dengan persiapan yang terus digenjot, Andreas berharap empat atlet mampu menjaga konsistensi latihan, meningkatkan kemampuan, serta tampil tenang saat berada di arena.
“Kami berharap atlet bisa tampil maksimal, menjaga mental, dan membawa pulang medali untuk Kudus,” pungkasnya.***
