Winarno juga menyampaikan bahwa Dinas Sosial P3AP2KB akan tetap memberikan pendampingan terhadap keluarga yang bersangkutan. Ia memastikan agar anak tetap mendapatkan haknya mengenyam pendidikan sampai tuntas.
Pendampingan akan dilakukan dari setiap bidang yang ada di dinas terkait, mulai dari bidang sosial, bidang perlindungan perempuan dan anak (PPA), hingga bidang Keluarga Berencana (KB).
Terlebih, berdasarkan data yang ada mencatat bahwa sejumlah orang tua dari murid di SD 5 Hadipolo memiliki riwayat pendidikan yang rendah. Beberapa ada yang hanya tamatan sekolah dasar (SD), beberapa di antaranya juga tidak tamat sekolah.
Sedangkan untuk pekerjaan yang digeluti, lanjut Winarno, mayoritas tercatat sebagai buruh. Rata-rata dari keluarga tersebut berpenghasilan Rp 2 juta dalam sebulan, dengan rincian penghasilan Rp 1 juta dari ayah dan Rp 1 juta dari ibu.
“Kami akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan biar bisa tetap sekolah terus dan tidak terganggu sekolahnya. Dari tingkat pendidikan orangtua juga memengaruhi, jadi butuh pendampingan keluarga,” tukasnya. ***
