Curah Hujan Tinggi Picu Longsor di Pegunungan Muria, Dua Rumah Warga Rusak

Proses evakuasi tanah longsor menggunakan ekskavator di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Kudus dalam beberapa hari terakhir kembali memicu bencana alam. Tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, tepatnya di wilayah lereng Pegunungan Muria, pada Senin dini hari, 12 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 WIB.

Peristiwa longsor tersebut menyebabkan dua rumah warga mengalami kerusakan cukup parah setelah material tanah dari lereng atas bergerak dan menghantam bangunan. Longsor terjadi saat hujan deras masih mengguyur kawasan tersebut sejak malam sebelumnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menyatakan, kejadian ini merupakan bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kudus sejak awal Januari 2026.

Bacaan Lainnya

Curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah menjadi jenuh air, sehingga stabilitas lereng menurun dan rawan terjadi pergerakan tanah.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, mengungkapkan bahwa dua rumah yang terdampak masing-masing milik Sujadi (47) dan Jumari (62), warga Desa Colo.

“Dua rumah mengalami kerusakan pada bagian yang berbeda. Rumah Sujadi rusak di area kamar tidur, sementara rumah Jumari mengalami kerusakan di ruang tamu akibat tertimbun material longsor,” jelas Munaji. Kamis, 15 Januari 2026.

Sebelumnya, proses evakuasi dilakukan secara swadaya namun melihat kondisi tanah longsor yang cukup banyak, proses evakuasi menggunakan excavator baru bisa dilakukan hari ini.

Ia menambahkan, material tanah masuk ke dalam rumah dan merusak struktur bangunan. Sejumlah dinding dilaporkan jebol akibat tekanan tanah dari lereng atas.