Curah Hujan Tinggi Picu Longsor di Pegunungan Muria, Dua Rumah Warga Rusak

Proses evakuasi tanah longsor menggunakan ekskavator di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

Meski mengalami kerusakan cukup serius, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, para penghuni rumah berada di posisi aman dan segera menjauh setelah mengetahui adanya pergerakan tanah.

BPBD Kudus memperkirakan total kerugian material akibat longsor tersebut mencapai sekitar Rp10 juta. Kerusakan meliputi dinding bangunan, perabot rumah tangga, serta bagian struktur rumah yang memerlukan perbaikan segera.

Munaji juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, sebenarnya telah muncul tanda-tanda awal berupa retakan tanah di sekitar rumah warga. Namun, kondisi tersebut kerap tidak disadari sebagai potensi bahaya.

Bacaan Lainnya

“Retakan tanah merupakan sinyal awal terjadinya longsor. Jika ditemukan, segera dilaporkan agar bisa dilakukan langkah antisipasi,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan dan lereng pegunungan, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.

“Hujan dengan durasi panjang sangat berisiko, apalagi jika sistem drainase tidak berfungsi dengan baik atau aliran air dari lereng atas tidak tertata,” tegasnya.

BPBD memastikan akan terus melakukan pemantauan di wilayah rawan longsor serta berkoordinasi dengan pemerintah desa guna mencegah terjadinya bencana susulan di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.***