Musim Hujan Tiba, Desa di Wilayah Lereng Muria Siaga Hadapi Ancaman Longsor

Ilustrasi. Kejadian tanah longsor di wilayah Lereng Muria, Kabupaten Kudus. (Foto: Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Menghadapi musim hujan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bencana alam, khususnya tanah longsor di kawasan lereng Gunung Muria.

Langkah antisipasi dilakukan dengan mengaktifkan Desa Tangguh Bencana (Destana), memperkuat koordinasi relawan, serta menyiapkan sarana dan prasarana penanganan bencana di tingkat kecamatan maupun desa.

Camat Dawe, Dian Noor Tamzis Hanafi, mengatakan sejumlah desa di wilayahnya memiliki kerawanan terhadap bencana tanah longsor, terutama desa-desa yang berada di kawasan dataran tinggi.

Bacaan Lainnya

Berkaca pada kejadian awal tahun lalu, hampir seluruh desa di wilayah atas Kecamatan Dawe terdampak longsor akibat cuaca ekstrem. Beberapa di antaranya yakni Desa Colo, Japan, Kajar, Kuwukan, Ternadi, dan hingga Soco.

“Awal tahun kemarin memang hampir semua desa itu ada kejadian longsor. Terutama yang jelas di Colo, Japan, Kajar, Kuwukan, Ternadi, Soco, semuanya,” ungkapnya, Sabtu, 7 November 2026.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak kecamatan mengoptimalkan keberadaan Destana serta memperkuat koordinasi dengan perangkat penanggulangan bencana dan relawan di masing-masing desa.

Menurut Dian, keberadaan relawan menjadi salah satu kekuatan penting dalam penanganan bencana, karena mereka dapat bergerak cepat ketika terjadi longsor maupun kondisi darurat lainnya di masing-masing wilayah.

“Pokoknya ada kejadian longsor ya, mereka saling membantu. Relawan-relawan ini tidak dibatasi oleh dia dari desa mana, tetapi bersama-sama membantu ketika ada kejadian,” jelasnya.

Selain memperkuat kesiapan sumber daya manusia, upaya mitigasi juga dilakukan melalui kegiatan penghijauan dan penanaman pohon di kawasan rawan longsor. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan organisasi masyarakat.