Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menyampaikan bahwa kerusakan pada plafon akibat dapat ditangani dengan menggunakan anggaran perawatan rutin.
“Skemanya nanti seperti yang diarahkan Bupati, yang menggunakan anggaran perawatan rutin dari APBD 2026. Alokasi anggaran tahun ini disediakan kurang lebih Rp 3,5 miliar,” ujar Anggun.
Sedangkan untuk kerusakan pondasi bangunan di SD 2 Japan, lanjut Anggun, diperkirakan belum bisa menggunakan anggaran perawatan, mengingat tahun ini anggaran tersebut akan difokuskan pada atap dan plafon.
“Tapi nanti kita akan kuta lihat kerusakannya seperti apa dulu, karena kalau pondasi bangunan kan harus bongkar struktur, kalau memang urgen akan kita alokasikan lewat anggaran perbaikan reguler,” tuturnya.
Anggun pun meminta agar setiap sekolah melaporkan setiap kejadian yang ada di sekolah dari adanya bencana hidrometrologi. Jangan sampai kerusakan sekolah tidak terlihat, tapi justru sewaktu-waktu bisa mencelakai siswa.
“Ini hujan masih sering turun sangat deras, kami imbau kepada sekolah agar terus waspada dan hati-hati,” tandasnya. ***
