Berdasarkan jadwal yang telah disusun, para peserta akan mulai belajar di sekolah yang baru pada 27 Juli hingga 8 Agustus 2026. Para peserta meliputi, 210 murid dari 33 SMP, 80 murid dari 20 SMP dan 62 guru dari 31 SMP.
“Nanti kepala sekolah akan membuat buku harian pengalaman, apa yang perlu diintervensi untuk bisa mengejar sekolah yang bagus atau favorit, mungkin dari sisi SDM, infrastruktur, untuk dilakukan perbaikan,” tambahnya.
Salah satu peserta pelajar, Nabila Khoirul Iftitah dari SD Mlati Lor yang akan belajar di SD 1 Wergu Wetan, mengaku senang bisa mengikuti program unggulan Bupati Kudus tersebut. Tapi, tetap merasa gugup karena akan bertemu lingkungan baru.
“Senang, deg-degan juga, karena ditunjuk sama guru,” katanya.
Sementara itu, Dina Wahdaturrahmah, peserta Guru Bahasa Indonesia dari SMP 1 Undaan, menyebut akan ditransfer sementara untuk mengajar di SMP 1 Jati. Sejumlah langkah telah dipersiapkan untuk mengajar di lingkungan baru.
“Kemarin sudah menyiapkan beberapa asesmen, saya pengen mengenal anaknya dulu, pola belajarnya bagaimana, setelah itu kalau sudah merasa kenal baru kita masuk ke materi,” tuturnya. ***
