“Kualitas material sudah lumayan bagus, tapi baru kasat mata, perlu dibuktikan dalam tes laboratirium,” tuturnya.
Pembangunan gedung yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Perpustakaan Nasional (Perpusnas) senilai Rp 8,429 juta. Proyek yang dimulai sejak 2 Juli 2025 ini ditargetkan rampung pada November 2025.
“Targetnya, November (2025) nanti selesai,” ucap Sam’ani optimis.
Gedung yang dibangun di atas lahan seluas 1.300 meter persegi tersebut itu akan dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari ruang baca umum, ruang anak, ruang staff, front office, teater mini, hingga koridor terbuka yang menghubungkan empat bangunan.
Bupati Kudus juga meminta agar media massa dan masyarakat turut mengawasi pembangunan gedung perpustakaan tersebut. Tentunya, sesuai dengan prosedur yang ada. Sebab, fasilitas publik ini akan kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kehadiran gedung perpustakaan ini diharapkan dapat menjadi pusat literasi modern yang ramah anak, inklusif, dan mendorong peningkatan indeks literasi digital masyarakat Kudus.
