Namun pada kenyatannya, hingga siang tadi sekira pukul 12.00 WIB, pengerjaan gajian justru semakin melebar hingga ke bahu jalan bagian utara.
“Jadi kami berharap untuk hari ini segera dikembalikan ke posisi semula. Dan apabila sampai besok belum ada tindaklanjut, maka Senin paling tidak kami akan minta konfirmasi lebih lanjut ke PDAM,” tandasnya.
Arief menerangkan, keputusan untuk meminta pihak pemilik proyek pekerjaan agar segera menghentikan pengerjaan galian, didasari oleh beberap hal. Salah satunya, karena mengganggu kenyamanan warga, serta lahan tersebut juga difungsikan untuk parkir kendaraan.
“Jadi pada hakikatnya ini kan menggunakan akses di badan jalan di ruas Jalan Sunan Muria, paling tidak kami diberitahu untuk izinnya terlebih dahulu jangan asal digali. Lalu, dengan alasan juga untuk kenyamanan masyarakat, kami juga mendapatkan komplen terkait perizinan itu,” tukasnya.
Sementara itu, Direktur Teknis PDAM Tirta Muria Kudus menyebut bahwa proyek galian tersebut diperuntukan untuk menangani permasalahan saluran air di wilayah tersebut, utamanya untuk meningkatn tekanan air.
“Tadi kita melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR untuk tindak lanjutnya,” tambahnya. ***
