KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus serius dalam menangani kasus stunting yang saat ini masih menjadi perhatian pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Penanganan stunting di Kabupaten Kudus sendiri telah dilakukan dengan berbagai upaya, dengan mengutamakan kegiatan yang sifatnya peventif promotif, mulai dari hulu hingga hilir.
Kabid Kesehatan Masyarakat DKK Kudus, Nuryanto mengatakan, kasus stunting masih banyak disebabkan oleh permasalahan klasik dalam masyarakat, utamanya pada pola asuh.
Oleh sebab itu, pihaknya menekankan bahwa perlunya sinergi yang kuat oleh setiap pihak, untuk menangani kasus stunting secara optimal. Hal ini dapat dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan intervensi sensitif dan spesifik.
“Untuk intervensi sensitif kita melibatkan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain, sedangkan untuk intervensi spesisifik kita kuatkan di sektor kesehatan mulai dari 1000 hari pertama kehidupan,” ujarnya.
Lebih rinci, Nuryanto menjelaskan, pada kegiatan intervensi sensitif, DKK Kudus telah melakukan kerjasama atau menjalin sinergi yang kuat dengan berbagai OPD yang ada di Kudus.
Dirinya mencontohkan, untuk menanangi permasalah dari faktor lingkungan, DKK Kudus menjalin sinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
