KUDUS, ZONANEWS.ID – Fenomena gelombang panas yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Kabupaten Kudus menuai banyak keluhan dari masyarakat, sebab cuaca panas ekstrim yang dirasakan.
Namun, oleh sebagian masyarakat, fenomena gelombang panas ini ternyata malah menjadi berkah tersendiri, salah satunya oleh perajin batu bata yang ada di Kabupaten Kudus.
Hal tersebut lantaran dapat mempercepat proses pembuatan batu bata, yang notabenenya sangat perlu memerlukan panas terik matahari untuk proses pengeringannya. Sehingga, berpengaruh juga terhadap peningkatan produksi.
Seperti pada pusat perajin batu bata merah yang ada di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Sejak pagi mereka perajin batu bata sudah disibukan untuk mencetak batu bata.
Mohalisin, perajin batu bata, mengaku bersyukur kondisi panas terik membuat hasil batu bata yang baru dicetak cepat kering dibanding kondisi biasanya.
Menurutnya, dengan kondisi cuaca seperti saat ini, hanya membutuhkan waktu 3 hingga 4 hari untuk mengeringkan batu bata, dan selanjutnya siap disimpan untuk proses pembakaran.
Sedangkan untuk kondisi cuaca yang normal, kata Mohalisin, biasanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 hari kering sempurna untuk siap dibakar.
“Biasanya dirumah, karena panas ini kerja terus. Memaksimalkan kerjaan gak cuma saya yang lain juga,” kata Mohalisin, Kamis, 4 Mei 2023.
