Hal yang sama juga dirasakan oleh Zaenuri, menurutnya, jumlah pekerja cetak batu bata pada kondisi panas terik kali ini biasanya menambah tenaga kerja untuk percepatan produksi.
Setiap orang biasanya mampu mencetak hingga seribu batu bata merah setiap harinya.
“Cuacanya beneran panas ini, Pengeringan biasanya sekitar 4 sampai 5 hari, kalau kaya gini ya 3 hari. Tergantung pada cuaca panas,” ungkap Zaenuri.
Mereka berharap, kondisi kali ini dapat terus berjalan cukup lama agar mereka para perajin batu bata dan pekerjanya dapat bekerja merup rejeki meski dibawah panasnya terik matahari.
“Bagi kami panas ini semoga jadi berkah cetak batu bata,” ujarnya.
Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan gelombang panas di Indonesia tidak seperti yang terjadi dibeberapa wilayah di Asia.
Suhu panas di Indonesia adalah fenomena akibat adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. Potensi suhu udara panas itu dapat terjadi setiap tahunnya pada periode yang sama. ***
