20 Tahun Menanti, Jembatan Garuda di Desa Tanjungrejo Akhirnya Dibangun untuk Buka Akses Pertanian

Setelah lebih dari dua dekade diperjuangkan, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Tanjungrejo resmi dimulai. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Harapan warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, untuk memiliki jembatan penghubung menuju kawasan pertanian akhirnya mulai terwujud.

Setelah lebih dari dua dekade diperjuangkan, pembangunan Jembatan Garuda yang melintasi Sungai Logung resmi dimulai.

Bacaan Lainnya

Jembatan yang berada di Dukuh Kedungmojo, tepatnya di kawasan Tambakromo, tersebut diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang membuka akses menuju lahan pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Kepala Desa Tanjungrejo, Cristian Rahadiyanto, mengatakan usulan pembangunan jembatan telah disampaikan warga sejak puluhan tahun lalu. Namun berbagai keterbatasan membuat realisasi pembangunan baru dapat dilakukan pada tahun ini.

“Ini adalah harapan masyarakat yang sudah diperjuangkan lebih dari 20 tahun. Alhamdulillah, tahun 2026 pembangunan Jembatan Garuda akhirnya bisa direalisasikan,” ujar Cristian, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, keberadaan jembatan akan mempermudah akses menuju kawasan pertanian yang selama ini belum tergarap secara optimal karena kendala transportasi.

“Kami berharap jembatan ini bisa membuka akses ke sekitar 100 hektare lahan pertanian sehingga lebih produktif dan mendukung program ketahanan pangan,” katanya.

Selain sektor pertanian, pemerintah desa juga menilai jembatan tersebut akan menjadi penunjang pengembangan kawasan permukiman baru serta mendukung Desa Wisata Cengkir Manis yang saat ini tengah dikembangkan.

Sementara itu, Dandim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari Program Jembatanisasi yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Masyarakat sangat senang sekali karena sudah 20 tahun mereka menanti jembatan tersebut. Sekarang pembangunan akhirnya bisa dimulai,” katanya.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut akan menghubungkan permukiman warga dengan area pertanian sehingga dapat memperlancar berbagai aktivitas masyarakat.

“Jembatan ini menghubungkan kampung masyarakat dengan tempat mereka bertani. Nantinya bisa digunakan sebagai sarana transportasi masyarakat, anak-anak sekolah, maupun untuk mengangkut hasil pertanian sehingga lebih cepat, lebih produktif, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.