Pembangunan Jembatan Garuda dirancang memiliki panjang 12 meter dengan lebar 3,5 meter. Proses pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu satu hingga dua bulan, bergantung pada kondisi cuaca.
“Pengerjaannya kami upayakan antara satu sampai dua bulan, tergantung cuaca. Tapi insyaallah kami berusaha semaksimal mungkin agar jembatan tersebut segera bisa digunakan masyarakat dan bermanfaat dalam jangka waktu yang lama,” ujar Yuusufa.
Menurutnya, pembangunan jembatan tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat melalui semangat gotong royong.
Yuusufa menambahkan, sebelum adanya jembatan, warga harus menempuh jalur memutar yang cukup jauh untuk menuju lahan pertanian. Sebagian bahkan harus menyeberangi aliran sungai yang berisiko saat membawa hasil panen.
“Sebelum ada jembatan, masyarakat harus berputar jauh. Ada juga yang harus menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras sehingga berbahaya. Dengan adanya jembatan ini, perjalanan menjadi lebih singkat, aman, dan efisien,” pungkasnya.
