KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat sebanyak 144 Orang dengan HIV (ODHIV). Temuan tersebut tercatat hingga Oktober 2025. Kasus yang ditemukan, didominasi oleh kalangan dari lelaki suka lelaksi (LSL).
Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto merinci bahwa sebanyak 40 kasus ODHIV ditemukan dari kalangan LSL. Kemudian, 38 kasus dari kelompok pelanggan pekerja seks, 29 kasus dari populasi umum, 17 kasus dari pasien Tuberkulosis (TB).
Lalu, 9 kasus ditemukan dari pasangan ODHIV, dua kasus dari ibu hamil, dan satu kasus dari wanita pekerja seksual (WPS). Temuan ini sekaligus menjadi perhatian karena sebagian besar penderita berasal dari kelompok usia remaja.
“Deteksi dini ini dinilai sangat membantu karena pengobatan dapat segera diberikan sebelum penyakit berkembang lebih lanjut,” tambahnya.
Dominasi kasus pada kelompok LSL tak lepas dari tingginya risiko penularan. Menurut Nuryanto, komunitas LSL cenderung tertutup, sehingga penanganan dan edukasi kesehatan membutuhkan pendekatan lebih ekstra.
“Komunitas ini relatif tertutup dan memiliki risiko tinggi bila tidak memahami cara pencegahan. Penularan bisa terjadi ketika ada pasangan yang sudah terinfeksi dan menularkan ke pasangannya,” ujarnya.
