Warisan Rasa Sejak 1952, Incip Kenikmatan Lentog Tanjung Khas Kudus Bareng Bunda Iin

Ketua TP PKK Kudus, Endhah Sam'ani Intakoris mencicipi kuliner khas lentog tanjung. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

“Yang kemasan kaleng itu sebagai obat untuk orang Kudus yang punya tempat tinggal di luar Kudus. Tapi, kalau ke Kudus harus makan langsung yang fresh dari penjualnya seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, Asfiatun, pemilik warung Pak Ndek generasi ketiga, menyebut bahwa pihaknya tidak mengubah rasa yang telah diwariskan oleh generasi pertama, yakni ayahnya sendiri.

Pada generasi kedua, Warung setempat dipegang oleh kakaknya. Sehingga, Ia hanya sebatas membantu. Tapi untuk waktu sekarang, amanah dari ayahnya tersebut dikelola sepenuhnya oleh dirinya.

Bacaan Lainnya

“Yang khas dari lentog tanjung itu, untuk lontongnya ini berukuran besar, itu yang dinamakan lentog. Terus, ada sayur gori, kuah lodeh, dan bawang goreng, rasanya khas dan beda dari lainnya,” tuturnya.

Tidak hanya menyediakan lentog, lanjut Asfiatun, warungnya juga menyajikan sate telur puyuh, sate jeroan, gorengan hingga kerupuk untuk menambah kelezatan dari kuliner khas Kudus tersebut.

“Kalau rame biasanya hari Jumat, Sabtu, Minggu, banyak yang datang dari Kudus ada juga dari luar daerah,” tambahnya.

Sejak tahun 2003 hingga sekarang, Asfiatun masih menjaga cita rasa yang diwariskan oleh keluarganya. Ia pun berharap, setiap pendatang yang berwisata di Kudus dapat mencicipi lentog tanjung warisan ayahnya.