“Dari kecil emang suka masak, apalagi pas weekend quality time bareng mamah sama nenek. Terus juga pernah ikut belajar masak waktu main ke Singapura sama Hongkong. Makanya isa daper taste Asia yang otentik dan berkarakter,” katanya
Diakui Yoshe, memperkenalkan menu Asian food kepada masyarakat Kudus tidaklah mudah. Namun karena rasa yang ia berikan, banyak pelanggan yang akhirnya melakukan repeat order usai merasakan cita rasa Asian food buatannya dan dikenal melalui mulut ke mulut.
Menu-Menu yang ditawarkan Yoshe antara lain rice box, noodle box, chicken box, skin rice box, dan dimsum. Dengan pilihan saus black papper, buldak, mentai, sweet Chili serta szechuan.
Kedai Cu fen buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, serta tersedia di aplikasi online seperti GrabFood dan ShopeeFood.
“Harapannya kita sendiri bisa tetap growing yang pasti bisa memuaskan costumer kita. Tetap memprioritaskan cita rasa dari masakan. Semoga kuliner di Kudus bisa semakian berkembang, ada yang hal unik atau baru,” tandasnya.
Selain memiliki kedai sendiri, diketahui Yoshe terkadang juga membantu usaha bengkel variasi mobil keluarganya di rumah dan turut memonitor coffeshop dan warung burjo milik adiknya. ***
