Sementara itu, pembicara kedua, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Sofyan Anif menyampaikan, menurut Sustainable Development Report 2022, saat ini Indonesia sudah berhasil mencapai 69,16 persen dari seluruh tujuan SDGs.
Pencapaian itu meningkat disbanding tahun 2015 yang skornya masih 65,03 persen.
“Namun, sampai tahun 2022 Indonesia masih mendapat label merah atau dinilai masih mempunyai tantangan besar dalam penanganan masalah kelaparan, kesehatan, keberlanjutan kota, pelestarian ekosistem laut dan daratan, perdamaian, keadilan dan kelembagaan, serta kemitraan global,” terangnya.
Pada tahun 2022, lanjutnya, pencapaian SDGs Indonesia berada diperingkat 82 dari 163 negara. Sedangkan dikawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di peringkat 5.
Di sisi lain, pembicara ketiga, Lecture of CBSUA Philippine, Prof Ana Mirana membeberkan sejumlah Langkah strategis dalam pengimplementasian SDGs. Salah satunya ialah, kurikulum yang terintegrasi.
“Yakni dengan mengintegrasikan SDGs ke dalam kurikulum akademik di berbagai disiplin ilmu seperti menawarkan kursus, seminar, atau spesialisasi yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, pertanian berkelanjutan, sistem pangan, kewirausahaan sosial, dan pembangunan ekonomi inklusif,” pungkasnya. ***
