Ia menjelaskan, foto yang beredar itu merupakan foto usai kejadian. Setelah kejadian, siswa tersebut langsung diberobatkan ke dokter.
“Sekarang memarnya sudah membaik, dan sudah sehat. Siswanya juga sudah sekolah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Oknum guru swasta yang terlibat juga sudah memberikan ganti rugi kepada keluarga siswa tersebut.
Pihaknya pun sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Suhadi menegaskan, Kemenag Kudus sangat tidak mentolerir berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di madrasah.
“Gurunya sudah minta maaf, mengaku khilaf. Dia juga mau ganti uang obat dan ganti rugi Rp 10 juta ke keluarga. Pihak madrasah juga langsung tanggap memberikan sanksi, gurunya diistirahatkan sementara,” jelasnya. ***
