Pihaknya juga mengatakan, kesempatan studi lanjut luar negeri di Timur Tengah tidak hanya terbuka bagi santri jurusan keagamaan saja.
Menurutnya, kesempatan itu juga terbuka lebar untuk jurusan lainnya, seperti IPA, IPS, maupun bahasa. Hal ini mengingat bahwa pelajaran salaf tidak hanya untuk jurusan keagamaan, tetapi semua jurusan.
“Para santri dari jurusan lain juga punya kesempatan yang sama untuk studi lanjut di Timur Tengah. Karena pelajaran salaf tidak hanya untuk jurusan keagamaan, tetapi semua jurusan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA NU TBS Kudus Noor Yasin mengatakan, bahwa selain tiga santri yang akan ke Yaman, pada 2022 ini juga ada tiga santri yang akan studi ke Maroko berbekal Beasiswa Ta’lim Atiq Kerajaan Maroko.
Mereka adalah M Choirul Fadil Al-Amin, M Rashief Fawaz bin, serta M Valentino Saputro.***
