Target Tiga Medali, PASI Kudus Matangkan Teknik, Fisik, dan Mental 11 Atlet Porprov Jateng

Latihan intensif atlet lari menjelang Porprov Jateng 2026 di Super Soccer Arena, Rendeng, Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

Untuk atlet nomor lintasan, latihan ditekankan pada daya tahan kecepatan serta strategi perlombaan. Sementara atlet nomor lempar mulai diarahkan untuk melakukan laUntuk yang menyerupai kondisi pertandingan.

“Penekanannya adalah pada daya tahan kecepatan untuk para atlet sprinter dan para atlet di nomor-nomor lintasan. Kita juga fokus pada strategi lomba,” jelasnya.

Program persiapan berlangsung selama lima bulan, mulai Juni hingga Oktober 2026. Saat ini progres latihan disebut telah mencapai sekitar 85 persen.

Bacaan Lainnya

“Persentase sekitar 85 persen. Jadi yang 15 persen ini kita masa persiapan pra-kompetisi. Bagaimana kita melaksanakan strategi-strategi lomba yang harus dipahami oleh atlet,” tuturnya.

Selain fisik dan teknik, PASI Kudus juga berupaya membangun mental bertanding atlet melalui berbagai kejuaraan. Para atlet sengaja diikutkan dalam kompetisi tingkat nasional agar terbiasa menghadapi persaingan.

Beberapa event yang diikuti antara lain Kejurnas di Rawamangun, Jakarta, dan Jateng Open. Kompetisi tersebut mempertemukan atlet dari berbagai daerah, bahkan sejumlah negara lain.

Menurut Nor Ahmad, pengalaman bertanding menghadapi atlet dengan level berbeda menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri sebelum Porprov.

“Bangun mental ini kan tidak bisa hanya seminggu dua minggu. Jangka waktunya lama,” katanya.

Menjelang pertandingan, frekuensi latihan mulai dikurangi secara bertahap. Pada awal program, atlet menjalani latihan hingga 12 kali dalam sepekan. Kini frekuensi tersebut menjadi sekitar 10 kali dan akan diturunkan menjadi delapan kali menjelang pertandingan.

PASI Kudus juga menghadapi kendala fasilitas. Saat Stadion Supersoccer Arena (SSA) digunakan untuk event sepak bola putri nasional, latihan atletik harus dilakukan di lapangan alternatif.

Salah satunya latihan nomor lempar yang dilakukan di lapangan atletik SMP 1 Dawe. Pembenahan teknik dilakukan pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan drill pada sore hari.

Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, pelatih tetap berupaya menjaga program latihan berjalan sesuai kebutuhan atlet.

“Itu merupakan satu kendala, tapi kendala itu tetap kita bisa mencari solusinya,” pungkas Nor Ahmad.***