KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memastikan tidak ada kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2026. Meskipun target capaian ditetapkan mengalami kenaikan.
Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kabid Pendapatan pada Badan Pengelola Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Rama Riskika saat dimintai keterangan, Senin, 26 Januari 2026.
“Kebijakan PBB P2 yang tidak mengalami kenaikan tahun ini itu berdasarkan keputusan dari Pak Bupati. Beliau ingin agar pembayaran PBB tahun 2026 masih sama dengan tahun 2025,” kata Rama.
Diketahui bahwa target pajak di BPPKAD Kabupaten Kudus tahun 2026 mengalami kenaikan cukup signifikan. Dari sebanyak 308.3 miliar, kemudian berubah menjadi Rp 328,6 miliar di 2025, lalu pada tahun ini naik menjadi Rp 326 miliar.
“Jadi tahun kemarin di (APBD) Perubahan ada perubahan target pajak menjadi Rp 328,6 miliar, lalu tahu ini target mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp 326 miliar,” tambahnya.
Rama menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan strategi agar target pendapatan tetap tercapai meskipun tidak ada kenaiakan PBB-P2. Ia menyebut, telah menyiapkan mekanisme berupa pemberian stimulus dari pemerintah daerah.
“Kami pastikan biaya yang dibebankan ke masyarakat tidak naik, tapi target pendapatan daerah tetap bisa naik,” tegasnya.
Namun, lanjut Rama, untuk Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahun 2026 tetap ada penyesuaian karena harus mendekati harga pasar. Ia menyebut, kenaikan NJOP di Kabupaten Kudus akan menggunakan sistem reklasifikasi.
“Ada kenaikan tapi tidak merata karena per kelas masing-masing berbeda nilainya. Kebijakan kenaikan ini dilihat dari wilayahnya yang dinilai ada potensi atau melihat nilai penerimaan tahun lalu,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk alasan tidak menaikam tarif PBB-P2 yakni karena karena melihat situasi ekonomi saat ini. Selain itu, ia menyebut bahwa Pemkab Kudus ingin membuat kebijakan yang pro rakyat dan tidak membebani masyarakat.
“Jadi meskipun ada penyesuaian, kami upayakan untuk PBB P2 tidak ada kenaikan,” pungkasnya. ***
