Dengan rencana ini, Teguh menargetkan setidaknya dapat berimbas terhadap peningkatan PAD di sektor pariwisata, khususnya dari kawasan Terminal Colo. Ia pun berharap, alokasi anggaran di tahun 2027 berhipak kepada Disbudpar Kudus.
“Semoga saja bisa terealisasi, dan semoga saja anggaran di tahun 2027 juga berpihak kepada kita (Disbudpar Kudus),” ucapnya.
Ditanya soal rencana pengalihan pengelolaan Terminal Colo kepada pihak swasta, Teguh tidak menampilkan hal tersebut. Ia menyebut bahwa wacana itu saat ini tengah dikonsultasikan dengan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).
Pihaknya tengah mengaji bagaimana sisi regulasi dan kerjasama seperti apa yang akan terjalin dengan pihak swasta. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya misi-administrasi, padahal tujuan utamanya untuk peningkatan PAD.
“Ada yang memberikan surat (dari pihak swasta), yang sudah berminat untuk pengelolaan Terminal Colo, tapi kita masih berkonsultasi dengan BPPKAD,” tandasnya.
Sebagai informasi, PAD dari sektor pengelolaan kekayaan yang berada di bawah Disbudpar Kudus pada tahun 2025 hanya mencapai 95 persen atau senilai Rp 3,5 miliar dari target yang dibebankan sebesar Rp 3,8 miliar. ***
