Tak Hanya Tanggap Darurat, BPBD Kudus Perkuat Mitigasi dan Pemulihan Lewat TCPB

Rapat Koordinasi Semester II di Gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. (Foto: Istimewa)

Mitigasi tersebut mencakup upaya menjaga kesehatan fisik dan kesehatan mental masyarakat agar lebih siap menghadapi kondisi darurat.

Dalam rapat koordinasi semester II, seluruh anggota TCPB menyepakati sejumlah program prioritas. Salah satunya adalah penyaluran bantuan air bersih bagi desa-desa yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau melalui kegiatan bakti sosial yang melibatkan organisasi profesi dan relawan.

Selain itu, TCPB juga merencanakan kegiatan surveilans atau analisis kesehatan dan pengobatan gratis secara terjadwal di wilayah rawan bencana.

Bacaan Lainnya

Program tersebut melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, RSUD dr. Loekmonohadi, RSI Aisyiyah, RSI Sunan Kudus, RSI Aisyiyah Sarkies, organisasi relawan, organisasi profesi, lembaga sosial, hingga kalangan akademisi.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada November 2026 menjelang musim penghujan serta Januari hingga Februari 2027. Namun, jadwal pelaksanaan dapat disesuaikan apabila terjadi perubahan kondisi alam.

“Program ini difokuskan pada penanganan mitigasi, tanggap darurat apabila terjadi bencana, serta pascabencana, terutama untuk menjaga kesehatan ibu, anak, dan kondisi psikologis masyarakat di desa-desa yang rawan banjir maupun longsor,” jelasnya.

Syarif menambahkan, ke depan keanggotaan TCPB akan terus diperluas dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), rumah sakit, perguruan tinggi, maupun organisasi lain yang memiliki komitmen dalam penanggulangan bencana.

“Harapannya, TCPB sebagai lembaga skala kabupaten dapat membantu tugas-tugas Pemerintah Kabupaten Kudus, mendukung visi dan misi pemerintah daerah, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang kebencanaan, kesehatan, sosial, dan bidang lainnya sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Syarif.***