“Untuk durasinya tidak lama, hanya sebentar, yang penting ada tabuh berbunyi dang dang dang,” ucapnya.
Arinal pun menilai, setiap prosesi tabuh bedug ini dilaksanakan, animo masyarakat untuk menyaksikan sangat tinggi. Namun karena keterbatasan tempat, setiap prosesi yang dilakukan hanya untuk masyarakat lokal Kudus saja.
Sedangkan, masyarakat luar Kudus yang datang hanya dipersilahkan untuk menyaksikan dari luar menara. Aktivitas berziarah pun dibatasi dan dialihkan jalurnya, agar prosesi setahun sekali ini bisa berjalan dengan lancar dan kondusif.
“Karena ini sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat, mengingat tradisi setahun sekali. Kemudian juga ada bancaan dengan menu khas dari Kabupaten Kudus,” tambahnya.
Dengan penabuhan bedug di Menara Kudus ini, maka pelaksanaan ibadah puasa bagi umat Islam di Kabupaten Kudus akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Sedangkan pelaksanaan salat taraweh mulai malam ini, Rabu, 17 Februari 2026. ***
