Program ini juga mencakup kerja sama dengan mitra luar negeri untuk magang internasional.
“Sebanyak 14 siswa telah kami kirim untuk mengikuti magang di Jepang. Mereka menjalani serangkaian pelatihan, mulai dari tes kesehatan, psikologi, pelajaran Bahasa Jepang, hingga pengenalan budaya Jepang. Mereka akan bekerja di sektor yang diminati, seperti pengelasan dan industri perikanan,” tambah Salim.
Selain membuka peluang magang luar negeri, Job Fair ini juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan angka serapan alumni di dunia kerja.
Dalam dua tahun terakhir, sebanyak 58 persen lulusan SMK Muhammadiyah Ponpes Jekulo Kudus telah berhasil mendapatkan pekerjaan di berbagai sektor.
“Kegiatan Job Fair ini menjadi jembatan antara siswa dan dunia industri. Kami berharap dapat terus menggandeng lebih banyak perusahaan untuk membuka peluang kerja bagi lulusan kami,” ungkap Salim.
Dengan jumlah siswa yang saat ini mencapai 380 orang, SMK Muhammadiyah Ponpes Jekulo Kudus terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Tidak hanya mengandalkan program pusat keunggulan, sekolah ini juga berfokus pada pengembangan semua jurusan, termasuk Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Teknik Sepeda Motor (TSM).
“Kami berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan manfaat, tidak hanya bagi siswa kami tetapi juga untuk masyarakat luas,” tutupnya. ***
