Seni Karawitan saat ini memang sudah jarang diminati kalangan muda. Akan tetapi, penampilan siswa-siswi tersebut membuktikan bahwa anak muda juga bisa melestarikan seni.
“Di kalangan muda bahkan di sekolahnya sendiri, karawitan jarang diminati,” tambahnya.
Dengan mengaransemen musik Karawitan menjadi musik kontemporer untuk memusikalisasikan puisi, ternyata musik Karawitan lebih terasa dapat diterima dan menjadi angin baru bagi musik tradisional tersebut. Kanti melihat penampilan tersebut merupakan perpaduan yang apik antara puisi dengan seni karawitan.
“Musikalisasi puisi yang dipadupadankan dengan musik tradisional sangat jarangĀ dijumpai,” ujar penulis sekaligus pemusik asal Kudus itu.
Sementara itu, penyair dan penikmat seni Kudus, Yani Alqudsy menilai siswa-siswi pegiat seni kawaritan dapat eksis dan berkarya lebih banyak lagi.
Menurutnya, semangat melestarikan kesenian tradisional perlu dijaga dan terus dikobarkan. Ia berharap semangat anak-anak muda melestarikan seni musik karawitan tetap konsisten.
“Saya merasa takjub dengan kejutan yang dibawakan adik-adik remaja di SMA 1 Kudus. Ini adalah suguhan karya yang menarik dan keren dari anak sekolah karena usia mereka yang terbilang muda sangat berperan ke depannya dalam menjadi bagian pelestari kesenian daerah,” ujarnya.***
