Disamping itu, pendaftar juga harus melengkapi dokumen pendukung yang harus ikut diunggah dalam laman tersebut, antara lain, foto diri, kartu tanda penduduk (KTP) asli, kartu keluarga (KK) asli, foto kendaraan, foto nomor polisi dan jika kendaraan barang harus disertakan foto KIR.
Berdasarkan pantauan zonanews.id, kendala yang dialami saat mendaftar di website Pertamina adalah terkait kecocokan NIK. Para pendaftar cukup banyak mengeluhkan adanya kegagalan saat memasukkan NIK.
Salah satu pendaftar asal warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus, Syahroni (26 tahun) menyetujui adanya kendala tersebut. Dia mengaku kesulitan saat melakukan pendaftaran di website subdiditepat.mypertamina.id hingga beberapa kali coba.
“Sudah beberapa kali saya mencoba mendaftar di website, tapi gagal terus dan malah NIK tidak terdaftar,” kata dia saat ditemui zonanews.id, Sabtu, 6 Agustus 2022.
Hal itu kemudian membuat Syahroni kebingungan dan belum bisa mengakses aplikasi Mypertamina. Tentu saja, ini akan berpengaruh dalam pembelian BBM jenis Pertalite ketika Mypertamina resmi dioperasikan di Kudus nanti.
Sementara itu, saat dikonfirmasi zonanews.id, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, mengatakan, secara umum, jika masyarakat mengalami kendala saat mendaftar bisa langsung menghubungi Pertamina Call Center di nomor 135.
“Yang kesulitan bisa berkonsultasi ke Pertamina Call Center 135 atau ke booth konsultasi offline yang telah ditunjuk,” jelas dia.
Adapun booth konsultasi offline yang bisa didatangi oleh masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mendaftar, Brasto menyebut bisa melacak lokasi booth konsultasi tersebut di mypertamina.id/lokasi-pendaftaran-offline-bbm-subsidi-tepat. Masyarakat bisa mencurahkan kendala yang dialami dan akan dibantu mendaftar oleh petugas.***
