Saat ini, ada sebanyak 2.367 balita atau 4,04 persen yang tercatat pada data e-PPGBM mengalami stunting, terhitung mulai Januari hingga Juni 2024. Sementara keluarga yang beresiko stunting, tercatat sebanyak 2.938 keluarga.
Ahmad Budiharto perwakilan PT Djarum Foundation yang turut hadir dalam Rembuk Stunting di Kudus, menerangkan bahwa ada sebanyak 41.200 perempuan usia produktif yang bekerja di perusahaan setempat.
“Djarum Foundation pun berinisiatif melalukan pemantauan dan intervensi ibu hamil serta pertumbuhan anak baduta sebagai langkah pencegahan stunting melalui gerakan menjaga periode emas atau GEMAS,” ujarnya.
Djarum Foundation juga telah memiliki Satgas KIA dan petugas ASI untuk mendukung kesuksesan program GEMAS. Yang mana, mereka bertugas untuk membantu pengelolaan ruang laktasi dan melakukan pendampingan atau konseling ibu menyusui.
“Kita punya 138 petugas yang 30 petugas di antaranya itu tersertifikasi konselor ASI. Kita juga memiliki 30 dokter DCG dan bekerjasama dengan UMKU untuk melalukan pengukuran pertumbuhan anak di masing-masing klinik DCG,” tambahnya. ***
