Ia menyebut, setiap daerah memiliki ciri khas sendiri dalam menjalankan ritus doa dan ibadah di makam wali. Kendati demikian, tujuan mereka tetap satu yakni meminta keberkahan dari sang wali dan sebagai perantara doa kepada Allah SWT.
“Untuk masyarakat Jawa biasanya melantunkan tahlil dan surat yasin,” tandasnya.
Lebih lanjut, Arinal menyampaikan bahwa pada saat momentum Ramadan, jumlah kunjungan peziarah akan cenderung menurun. Biasanya masyarakat akan fokus melaksanakan ibadah puasa di tempatnya masing-masing.
Namun, tidak sedikit dari masyarakat yang menghabiskan waktu ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Termasuk Generasi yang mulai banyak tertarik dengan tempat bersejarah.
“Sekarang Gen Z yang mulai banyak berziarah, selain sesepuh-sesepuh,” tukasnya. ***
