Sekolah di Kudus Kebanjiran, Disdikpora Siapkan Skema Pembelajaran Daring

SMp 2 Mejobo tergenang banjir usai diguyur hujan sejak Jumat, 9 Januari 2026. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Sejumlah sekolah terdampak banjir usai hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Kudus sejak Jumat, 9 Januari 2026 kemarin. Genangan air bahkan masuk hingga ke ruang kelas dan siswa terpaksa diliburkan.

Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menyebut bahwa sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Mejobo dan Jekulo sudah melapor terdampak banjir.

Di antaranya, SD 2 Hadipolo yang terdampak genangan air hingga masuk ruang kelas. Lalu, SD 1, 2 dan 3 Bulungkulon yang terkena dampak dari genangan air pada akses jalan masuk ke sekolah hingga setinggi lutut orang dewasa.

Bacaan Lainnya

Kemudian di SMP 2 Mejobo juga terdampak guyuran hujan deras hingga area sekolah tergenang air hampir merata. Kegiatan belajar dan mengajar (KBM) pun terpaksa diliburkan karena dinilai tidak kondusif lagi.

“Sejauh ini belum melapor semua untuk yang terdampak banjir. Tapi sudah kami imbau untuk melakukan pengamanan aset sekolah, termasuk buku-buku dan alat elektronik lainnya,” ujar Anggun, Sabtu, 10 Januari 2026.

Disdikpora juga tengah menyiapkan skema pembelajaran daring untuk sekolah terdampak banjir. Namun, hingga saat ini masih dilakukan koordinasi secara intens dengan sekolah-sekolah yang rawan banjir se-Kabupaten Kudus.

“Jadi ada yang akses jalannya tertutup karena banjir dan ada yang sampai kebanjiran hingga masuk sekolah. Jadi kita masih lakukan pendataan sekaligus menyiapkan skema untuk pembelajaran daring,” tandasnya.

Sementara itu, Abu Sofyan menyebut bahwa kondisi genangan air masih belum surut sejak pertama kali masuk ke area sekolah kemarin malam, Jumat, 9 Januari 2026. Oleh sebab itu, KBM di sekolah setempat diliburkan sementara.

Baca :  Alami Asfiksia Berat, Bayi Cantik yang Ditemukan di Jekulo Kudus Meninggal Dunia

“Karena di sini sudah langganan banjir, jadi semua sudah antisipasi dan sudah terbiasa. Siswa kali liburkan terlebih dahulu, karena banyak anak yang rumahnya terdampak. Jadinya kalau KBM daring masih lihat kondisi siswa dulu,” tuturnya.

Abu juga menyebut bahwa pengamanan terhadap aset-aset milik sekolah sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Ini mengingat bahwa sekolah setempat sudah sering kali terdampak banjir tiap tahunnya saat musim hujan tiba.

Menurutnya, kondisi banjir akan terus bertahan jika hujan masih belum reda. Jika nanti sudah tidak hujan lagi, diperkirakan air akan surut sekitar 2-3 hari kemudian. Setelah itu baru dilakukan pembersihan pasca-banjir.

“Ini saya di sekolah terus untuk memantau banjir, semoga saja segera surut,” tukasnya. ***